HomeKolom UlamaNasihatSantai Saja, Jangan Peduli dengan Komentar Manusia
Santai Saja, Jangan Peduli dengan Komentar Manusia – MuadzDotCom – Sahabat Belajar Islam
Santai Saja, Jangan Peduli dengan Komentar Manusia – MuadzDotCom – Sahabat Belajar Islam

Santai Saja, Jangan Peduli dengan Komentar Manusia

Dalam menjalani proses hijrah atau menuju pribadi yang lebih baik, tentunya banyak cobaan yang akan menerpa. Terlebih lagi di zaman sekarang, yang mana orang akan dengan mudahnya berkomentar baik secara langsung atau pun melalui sosial media.

Betapa sering kita jumpai, seseorang yang sedang mulai menekuni agama dicap sebagai radikal, ekstrim, atau julukan-julukan yang lainnya. Itulah sebagian contoh dari cobaan yang akan diterima oleh seseorang yang mendalami dan mempraktekkan ajaran agama Islam dengan benar. Terutama di awal-awal yang mana jiwa masih belum begitu kokoh dan kuat untuk menerima hal tersebut.

Cobaan tidak selalu dalam bentuk celaan atau cacian dari orang lain. Bahkan pujian dan sanjungan dari orang lain juga bisa jadi merupakan cobaan yang sangat berbahaya bagi amalan kita. Karena sering kali pujian dan sanjungan dari orang lain terhadap apa yang kita amalkan akan membuat kita bangga diri dan dikhawatirkan bisa mengikis keikhlasan kita dalam beramal.

Padahal dalam beramal kita diharuskan ikhlas dan meniatkan amalan kita hanya untuk Allah Ta’ala semata. Tidak boleh sedikit pun diniatkan untuk selainNya. Apalagi hanya untuk mengharapkan pujian dan sanjungan manusia.

Terkait hal ini, alangkah baiknya kita mendengarkan nasihat berharga dari Syaikh Prof. Dr. Shalih bin Abdul Aziz Sindi hafidzhahullah yang mana beliau menasihatkan kita agar kita santai dalam menghadapi komentar orang lain terhadap apa yang kita kerjakan.

Simak nasihat berharga dari Syaikh Prof. Dr. Shalih bin Abdul Aziz Sindi hafidzhahullah berkut ini:

Ketahuilah bahwasanya Allah Azza wa Jalla, hanya Dia lah yang mendatangkan manfaat dari sisiNya -Subhanahu wa Ta’ala-. Seseorang tidak akan pernah bisa memberikan manfaat kecuali apabila Allah berkehandak.

Ketahuilah, seandainya orang-orang berkumpul untuk memberikan manfaat kepadamu, maka mereka tidak akan pernah bisa memberikan manfaat kepadamu kecuali dengan apa-apa yang telah Allah tetapkan untukmu.

Istirahatlah….nyamankanlah dirimu….

Semua orang, betapapun hebatnya mereka…demi Allah, tidak akan bisa memberikan manfaat sedikitpun kepadamu walaupun itu sebesar biji sawi. Tidak akan bisa memberikan manfaat kepadamu….

Jika Allah tidak berkehendak memberi manfaat kepadamu, maka demi Allah kamu (tentu saja) tidak akan memperoleh manfaat sedikitpun dari mereka…

(Jika pun mereka) memujimu….mengangkatmu….memberimu…menyanjungmu….

Itu semua tidaklah ada harganya apabila Allah Azza wa Jalla sendiri tidak berkehendak mengangkatmu dan memberikanmu kebaikan….semua itu tidak ada harganya.

Maka bersemangatlah untuk tetap sama di sisimu antara orang-orang yang mencelamu dan orang-orang yang memujimu, dalam menjalankan amalanmu

Jika mereka memujimu atau bahkan mencelamu maka seharusnya perkaranya sama saja, sebab kamu tidak sedang berurusan dengan mereka, akan tetapi engkau sedang berurusan dengan Allah. Engkau menyebah Allah, engkau hamba Allah, maka tujuannya fokus hanya untuk Allah. Dan bahwasanya kepada Tuhanmulah akhir kesudahan/puncak (segala sesuatu).

Kepada siapakah kesudahan/puncak segala sesuatu wahai saudaraku? Kepada Allah….

Puncak dari tujuan, puncak dari niat, puncak dari amal, kesudahan dari ucapan, dan kesudahan dari keyakinan, semua itu kepada Allah….

Beginilah seharusnya sikap wali-wali Allah yang shalih, beginilah sikap hamba-hambaNya yang bertakwa

Dan sesungguhnya Allah hanya akan menerima dari orang yang bertakwa….

Aku memohon kepada Allah Azza wa Jalla agar Allah menganugerahi kita semua keikhlasan dan amal yang diterima

Ya Allah jadikanlah seluruh amalan kami sebagai amal yang shalih, jadikanlah seluruhnya ikhlas hanya mengharap wajahMu. Dan janganlah jadikan seorang sekutu pun di dalamnya.

Wallahhu Ta’ala a’lam

Semoga shalawat senantiasa tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad, keluarganya, serta seluruh sahabatnya.

Sumber: https://youtu.be/kD2nxnA1vKE
Diterjemahkan secara bebas oleh: Muadz Mukhadasin
Dikoreksi oleh: Ustadz Dr. Firanda Andirja hafidzahullah

Bogor, 15 Ramadan 1439 / 31 Mei 2018.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Yang Sebaiknya Tidak Dilupakan saat Berhari Raya - MuadzDotCom - Sahabat Belajar Islam

Yang Sebaiknya Tidak Dilupakan saat Berhari Raya

Apabila bulan Ramadhan yang penuh berkah telah berlalu, maka masuklah kita ke dalam bulan Syawal yang terdapat di dalamnya Hari Raya Idul Fitri yang merupakan hari istimewa bagi kaum Muslimin. Di Hari Raya Idul Fitri, hati-hati kaum Muslimin dipenuhi dengan rasa senang dan gembira. Mereka merasa gembira karena telah melewati bulan Ramadhan dengan ibadah kepada Allah Ta'ala secara maksimal. Namun, ada beberapa hal yang sebaiknya tidak dilupakan oleh setiap muslim saat berhari raya. Apa saja hal-hal tersebut? Selengkapnya baca artikel berikut ini. Semoga bermanfaat.