Nasihat sangat dibutuhkan oleh setiap orang. Karena dengan nasihat, setiap dari kita bisa memperbaiki diri dan memperbaiki kesalahan serta kekliruan yang mungkin selama ini kita lakukan. Nasihat juga bisa menjadikan iman kita naik dan menjadikan kita lebih berhati-hati dalam melakukan sesuatu. Nasihat ibarat obat, ketika diberikan kepada orang lain harus diperhatikan ketentuan-ketentuannya. Jika diberikan dengan tepat sesuai ketentuannya maka akan bermanfaat bagi orang yang menerimanya. Sebaliknya, jika diberikan dengan tidak memperhatikan ketentuannya, maka akan bisa menjadi racun yang membahayakan. Apa saja ketentuan-ketentuan dalam memberi nasihat dan adab-adab memberi nasihat? Simak penjelasan Syaikh Abdul Aziz Alu Syaikh hafidzahullah di dalam artikel berikut ini.
Read More »Bolehkan Zakat Digunakan untuk Pembangunan Masjid?
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah Alu Syaikh mengatakan bahwa zakat merupakan hal yang sangat dibutuhkan oleh orang-orang fakir, maka dari itu zakat diberikan kepada mereka untuk mencukupi kebutuhan-kebutuhan mereka sepanjang tahun. Tidak boleh digunakan untuk pembiayaan pembangunan masjid atau yang lainnya.
Read More »Hukum Puasa di Bulan Muharram
Bulan Al-Muharram merupakan salah satu bulan yang Allah sucikan. Di dalamnya terdapat amalan-amalan yang memiliki pahal yang begitu besar. Salah satunya adalah puasa Asyura. Selain puasa Asyura, ternyata juga ada puasa yang lainnya yang dianjurkan dilakukan di bulan Al-Muharram. Bagaimanakah sebenarnya penjelasan mengenai hukum puasa di bulan Muharram? Temukan jawabannya di dalam artikel berikut ini. Semoga bermanfaat.
Read More »Sahabat yang Paling Setia
Siapakah sahabat yang paling setia? Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menukilkan sebuah kisah di dalam Raudhatul Muhibbin dari salah seorang ulama, yang mana beliau ditanya: "Siapakah sahabat yang paling setia?". Maka ulama tersebut menjawab: "Amal shalih (amalan kebaikannya-pent)."
Read More »Bolehkah Berdoa di Dalam Shalat Menggunakan selain Bahasa Arab?
Doa merupakan senjata bagi kaum muslimin, seorang muslim senantiasa menghiasi dirinya dengan berdoa kepada Allah Ta'ala. Seluruh doa yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menggunakan bahasa Arab. Karena bahasa Arab merupakan bahasa al-Quran dan Hadits, hal ini tentu saja akan mudah bagi mereka yang bisa bahasa Arab. Dan salah satu waktu diikabulkannya doa adalah ketika shalat. Nah, bagaimana jika seseorang tidak bisa berbahasa Arab? Bolehkah baginya untuk berdoa di dalam shalatnya menggunakan bahasa selain bahasa Arab? Simak fatwa Syaikh Muhammad Ali Farkus hafidhzahullah tentang "Hukum Berdoa di Dalam Shalat Menggunakan bahasa selain Bahasa Arab", di dalam artikel berikut ini. Semoga bermanfaat.
Read More »Hukum Membaca Al-Quran dengan Melagukannya seperti Penyanyi
Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah pernah ditanya: "Apa menurut pendapat Anda (wahai Syaikh), terhadap orang yang membaca al-Quran dengan cara melagukannya hingga menyerupai nada-nada musik, bahkan terkadang (lantunan itu) malah benar-benar diambil dari sebuah lagu. Mohon pencerahannya mengenai hal tersebut, semoga Allah membalas Anda dengan kebaikan." Bagaimana jawaban beliau mengenai hal ini? Baca selengkapnya di link di bawah ini.
Read More »Hukum Belajar Ilmu Syariat
Fatwa dari Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah mengenai ilmu-ilmu yang hukum mempelajarinya itu fardu kifayah, dan ilmu-ilmu yang hukum mempelajarinya itu fardu ‘ain. Disertai penjelasan mengenai bagaimana hukum belajar syari'at bagi setiap muslim. Semoga bermanfaat.
Read More »Hukum Wanita Memandang Kepada Laki-laki dan Sebaliknya
Seorang penanya pernah bertanya kepada Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah dengan pertanyaan sebagai berikut: Apa hukumnya seorang wanita melihat kepada laki-laki, dan laki-laki melihat kepada wanita? (Dan bagaimana) dengan apa yang telah disebutkan di dalam Tafsir Ibnu Katsir bahwasanya beliau membolehkan hal tersebut jika tanpa didasari syahwat. Bahkan dalam hadits yang shahih, disebutkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menyaksikan orang-orang Habasyah sedang bermain tombak di masjid saat hari raya, dan saat itu Ummul Mu’minin ‘Aisyah radhiyallahu ‘anhu turut menyaksikannya dari belakang Nabi. Dan saat itu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menutupinya dengan penutup (agar orang-orang Habasyah tidak melihatnya), sampai-sampai ‘Aisyah akhirnya pulang (karena sudah bosan). Namun (di sisi lain) saya juga pernah mendengar bahwasanya hal ini diharamkan, maka dari itu tunjukkanlah kami kepada pendapat yang shahih. Semoga Allah membalas Anda dengan kebaikan. Bagaimana jawaban beliau mengenai hal ini? Silahkan kunjungi link berikut ini. Semoga bermanfaat.
Read More »Keutamaan Bergaul dengan Teman yang Baik
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kita agar selektif dalam memilih teman, khususnya teman dekat atau sahabat karib. Hal itu disebabkan karena agama seseorang itu sangat ditentukan oleh agama teman dekatnya.
Read More »Jadilah Kunci Kebaikan!
Di dalam hadits yang mulia yang diriwayatkan oleh sahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: إِنَّ مِنْ النَّاسِ مَفَاتِيحَ لِلْخَيْرِ مَغَالِيقَ لِلشَّرِّ وَإِنَّ مِنْ النَّاسِ مَفَاتِيحَ لِلشَّرِّ مَغَالِيقَ لِلْخَيْرِ فَطُوبَى لِمَنْ جَعَلَ اللَّهُ مَفَاتِيحَ الْخَيْرِ عَلَى يَدَيْهِ وَوَيْلٌ لِمَنْ جَعَلَ اللَّهُ مَفَاتِيحَ الشَّرِّ عَلَى يَدَيْهِ “Sesungguhnya ada sebagian manusia yang menjadi kunci kebaikan dan penutup kejelekan, dan ada pula sebagian manusia yang menjadi kunci kejelekan dan penutup kebaikan. Maka beruntunglah bagi siapa saja yang Allah jadikan kunci-kunci kebaikan berada di tangannya, dan celakalah bagi siapa saja yang Allah jadikan kunci-kunci kejelakan berada di tangannya.” (HR. Ibnu Majah no. 237, dan telah dihasankan oleh Syaikh al-Albani rahimahullah dalam Shahih Sunan Ibnu Majah no. 194) Pernahkah kita merenungkan dan memperhatikan termasuk kelompok yang manakah kita ini? Apakah kita termasuk ke dalam kelompok manusia yang menjadi kunci kebaikan serta penutup kejelekan bagi diri kita sendiri dan orang lain? Atau justru kita termasuk kelompok yang sebaliknya?
Read More »
Muadz.com Sahabat Belajar Islam