Syaikh Shalih Fauzan al-Fauzan hafidzahullah pernah ditanya: Wahai Syaikh -semoga Allah memberikan taufiq kepada Anda-, pertanyaan yang banyak ditanyakan, yaitu, apabila seorang wanita memiliki hutang puasa yang banyak di bulan Ramadan, apakah boleh baginya untuk berpuasa 6 hari di bulan Syawal dulu (sebelum melunasi hutang-hutang puasanya-red) agar bulan Syawal tidak terlewat darinya? Beliau menjawab: Tidak boleh, dia wajib menyempurnakan dahulu (hutang puasa) Ramadannya. Karena Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barang siapa berpuasa Ramadan, kemudian diikuti dengan enam hari Syawal". Dia tidak dianggap berpuasa Ramadan (secara penuh) selama dia masih memiliki hutang puasa di bulan Ramadan.
Read More »Penjelasan tentang Hadis Palsu seputar Huru-Hara yang Akan Terjadi di Pertengahan Bulan Ramadan
Penjelasan para ulama tentang hadis palsu seputar malapetaka, bencana, serta huru-hara yang konon akan terjadi di pertengahan bulan Ramadan atau tanggal 15 Ramadan jika bertepatan dengan malam Jumat.
Read More »Pembagian Air
Pertanyaan: Terjadi perbincangan (di kalangan masyarakat-red) seputar pembagian air. Sebagian mereka berpendapat bahwa air itu terbagi menjadi dua jenis, yaitu air suci dan air najis. Dan sebagian yang lainnya berpendapat bahwa air itu terbagi menjadi tiga jenis, yaitu thahuur (air suci dan mensucikan), thaahir (air suci tapi tidak mensucikan), dan air najis. Pertanyaannya, manakah yang benar, apakah pembagian yang pertama ...
Read More »Tauhid sebagai Pelebur Dosa-Dosa
“Barangsiapa datang (kepada Allah di hari kiamat kelak) dengan memikul dosa sepenuh bumi, namun ia memiliki tauhid, maka Allah akan menyambutnya dengan ampunan sepenuh bumi pula” [Imam Ibnu Rajab rahimahullah]
Read More »Bolehkan Zakat Digunakan untuk Pembangunan Masjid?
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah Alu Syaikh mengatakan bahwa zakat merupakan hal yang sangat dibutuhkan oleh orang-orang fakir, maka dari itu zakat diberikan kepada mereka untuk mencukupi kebutuhan-kebutuhan mereka sepanjang tahun. Tidak boleh digunakan untuk pembiayaan pembangunan masjid atau yang lainnya.
Read More »Doa Menghilangkan Rasa Malas
Syaikh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin al-Badr hafidzahullah menjelaskan bahwa: "Sifat malas merupakan suatu musibah dan penyakit. (Maka dari itu-pent) Telah ada sunnahnya (dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam-pent) agar kita berlindung kepada Allah dari sifat tersebut. Tidak akan timbul darinya kecuali kesia-siaan, kelalaian, kerugian, dan penyesalan yang mendalam." Bagaimana cara menghilangkan rasa malas dan apa doa untuk menghilangkan rasa malas? Baca selengkapnya di dalam artikel berikut ini.
Read More »Shalat Menjadi Sebab Diampuninya Dosa-Dosa
Shalat Menjadi Sebab Diampuninya Dosa-Dosa Di antara pengaruh besar dari ibadah shalat adalah shalat sebagai sebab diampuninya dosa-dosa, dikuranginya timbangan (dari dosa-dosa), dan juga dihapuskannya kesalahan-kesalahan. Imam Muslim telah meriwayatkan di dalam Shahih-nya, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ “Shalat lima waktu, dari Jumat ke Jumat yang lain, dan dari Ramadhan ke Ramadhan yang lain merupakan penghapus dosa-dosa, selama menjauhi dosa-dosa besar.”
Read More »Kedudukan Dzikir dan Syukur dalam Islam
Salah satu faidah yang disampaikan oleh Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah dalam kitabnya al-Fawaid adalah, bahwasanya "Agama Islam itu dibangun di atas dua kaidah, yaitu dzikir dan syukur". Beliau juga membawakan dalil-dalil yang menunjukan bahwa tujuan diciptakannya (segala sesuatu) adalah untuk diingat dan disyukuri, diingat-ingat dan jangan dilupakan, serta disyukuri dan jangan diingkari.
Read More »Keutamaan Bergaul dengan Teman yang Baik
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kita agar selektif dalam memilih teman, khususnya teman dekat atau sahabat karib. Hal itu disebabkan karena agama seseorang itu sangat ditentukan oleh agama teman dekatnya.
Read More »Jadilah Kunci Kebaikan!
Di dalam hadits yang mulia yang diriwayatkan oleh sahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: إِنَّ مِنْ النَّاسِ مَفَاتِيحَ لِلْخَيْرِ مَغَالِيقَ لِلشَّرِّ وَإِنَّ مِنْ النَّاسِ مَفَاتِيحَ لِلشَّرِّ مَغَالِيقَ لِلْخَيْرِ فَطُوبَى لِمَنْ جَعَلَ اللَّهُ مَفَاتِيحَ الْخَيْرِ عَلَى يَدَيْهِ وَوَيْلٌ لِمَنْ جَعَلَ اللَّهُ مَفَاتِيحَ الشَّرِّ عَلَى يَدَيْهِ “Sesungguhnya ada sebagian manusia yang menjadi kunci kebaikan dan penutup kejelekan, dan ada pula sebagian manusia yang menjadi kunci kejelekan dan penutup kebaikan. Maka beruntunglah bagi siapa saja yang Allah jadikan kunci-kunci kebaikan berada di tangannya, dan celakalah bagi siapa saja yang Allah jadikan kunci-kunci kejelakan berada di tangannya.” (HR. Ibnu Majah no. 237, dan telah dihasankan oleh Syaikh al-Albani rahimahullah dalam Shahih Sunan Ibnu Majah no. 194) Pernahkah kita merenungkan dan memperhatikan termasuk kelompok yang manakah kita ini? Apakah kita termasuk ke dalam kelompok manusia yang menjadi kunci kebaikan serta penutup kejelekan bagi diri kita sendiri dan orang lain? Atau justru kita termasuk kelompok yang sebaliknya?
Read More »
Muadz.com Sahabat Belajar Islam