HomeTag Archives: fatwa ulama

Tag Archives: fatwa ulama

Kapan Dimulainya Puasa Syawal?

Kapan Dimulainya Puasa Syawal - MuadzDotCom - Sahabat Belajar Islam

Keinginan mendapatkan pahala puasa enam hari bulan Syawal tentunya menjadi cita-cita setiap muslim yang taat. Namun, setiap orang tentunya memiliki situasi dan kondisi yang berbeda-beda dengan yang lainnya. Ada yang bisa dengan segera mengerjakannya ada pula yang terpaksa harus menundanya lantaran beberapa hal. Pertanyaan yang sering kali muncul terkait puasa Syawal ini adalah kapan seseorang boleh memulai puasa sunnah enam ...

Read More »

Bolehkah Puasa Enam Hari Bulan Syawal sebelum Mengqadha Puasa Ramadan?

Bolehkah Puasa Enam Hari Bulan Syawal sebelum Mengqadha Puasa Ramadan - MuadzDotCom - Sahabat Belajar Islam

Syaikh Shalih Fauzan al-Fauzan hafidzahullah pernah ditanya: Wahai Syaikh -semoga Allah memberikan taufiq kepada Anda-, pertanyaan yang banyak ditanyakan, yaitu, apabila seorang wanita memiliki hutang puasa yang banyak di bulan Ramadan, apakah boleh baginya untuk berpuasa 6 hari di bulan Syawal dulu (sebelum melunasi hutang-hutang puasanya-red) agar bulan Syawal tidak terlewat darinya? Beliau menjawab: Tidak boleh, dia wajib menyempurnakan dahulu (hutang puasa) Ramadannya. Karena Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barang siapa berpuasa Ramadan, kemudian diikuti dengan enam hari Syawal". Dia tidak dianggap berpuasa Ramadan (secara penuh) selama dia masih memiliki hutang puasa di bulan Ramadan.

Read More »

Hukum Ucapan “Jumat Mubarak” – Fatwa Syaikh Shalih Fauzan

Hukum Ucapan "Jumat Mubarakah" - MuadzDotCom - Sahabat Belajar Islam

Pertanyaan: Apa hukumnya ucapan Jumat Mubarakah (Jumat yang penuh berkah) yang disampaikan oleh seorang muslim kepada muslim yang lainnya pada setiap hari Jumat, baik itu melalui SMS atau forum-forum? Jawaban: Ucapan tersebut tidak ada asalnya dan itu merupakan bid’ah. Tidak diperbolehkan saling memberikan ucapan selamat (seperti itu) di hari Jumat. Hal tersebut tidak ada riwayatnya sama sekali dan tidak termasuk amalan generasi salaf dan ucapan tersebut termasuk perkara yang diada-adakan. Dan memang orang-orang dari kalangan ahli bid’ah saat ini sibuk dengan (menyebarkan-red) ucapan-ucapan mereka tersebut melalui ponsel-ponsel dan jaringan internet mereka. Mereka menggunakan cara seperti ini untuk menyebarluaskan kebid’ahan mereka. Diterjemahkan secara bebas dari fatwa Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafidzahullah dalam website resmi beliau di http://www.alfawzan.af.org.sa/node/13651. Oleh: Muadz Mukhadasin

Read More »

Akibat Mengabaikan Ilmu

Akibat Mengabaikan Ilmu - MuadzDotCom - Sahabat Belajar Islam

Syaikh Abdurrazaq al-Badr hafidzahullah berkata: “Langkah pertama yang dilakukan oleh para tokoh khawarij terhadap siapa saja yang ingin mereka jerumuskan ke dalam jeratan mereka adalah dengan menjauhkannya dari para ulama dan ahli ilmu.”

Read More »

Hukum Mengambil Gambar dengan Kamera HP – Fatwa Syaikh Abdurrazaq al-Badr

Hukum Mengambil Gambar dengan Kamera HP - MuadzDotCom - Sahabat Belajar Islam

Dalam hal yang berkaitan dengan ibadah, maka betapa banyak orang-orang yang disibukkan dengan berfoto ria dengan handphone atau gagdet mereka ketika melakukan amalan-amalan ketaatan baik itu di tanah haram (Makkah dan Madinah) maupun di tempat-tempat mulia yang lainnya. Kemudian mereka mengirimkan hasil foto tersebut kepada orang lain, dan ini termasuk bentuk riya' dalam amalan.

Read More »

Hukum Meminta Doa kepada Orang Shalih

Hukum Meminta Doa kepada Orang Shalih - MuadzDotCom - Sahabat Belajar Islam

Seringkali kita menjumpai seseorang yang mendatangi orang alim, kiayi, ustadz, atau syaikh dengan tujuan untuk meminta doa atau minta didoakan oleh mereka? Bagaimana hukumnya? Dan apakah hal tersebut dibolehkan oleh syariat Islam?

Read More »

Ketentuan-Ketentuan dalam Memberi Nasihat

Ketentuan-Ketentuan dalam Memberi Nasihat - MuadzDotCom - Sahabat Belajar Islam

Nasihat sangat dibutuhkan oleh setiap orang. Karena dengan nasihat, setiap dari kita bisa memperbaiki diri dan memperbaiki kesalahan serta kekliruan yang mungkin selama ini kita lakukan. Nasihat juga bisa menjadikan iman kita naik dan menjadikan kita lebih berhati-hati dalam melakukan sesuatu. Nasihat ibarat obat, ketika diberikan kepada orang lain harus diperhatikan ketentuan-ketentuannya. Jika diberikan dengan tepat sesuai ketentuannya maka akan bermanfaat bagi orang yang menerimanya. Sebaliknya, jika diberikan dengan tidak memperhatikan ketentuannya, maka akan bisa menjadi racun yang membahayakan. Apa saja ketentuan-ketentuan dalam memberi nasihat dan adab-adab memberi nasihat? Simak penjelasan Syaikh Abdul Aziz Alu Syaikh hafidzahullah di dalam artikel berikut ini.

Read More »

Bolehkah Berdoa di Dalam Shalat Menggunakan selain Bahasa Arab?

Bolehkah Berdoa di Dalam Shalat Menggunakan selain Bahasa Arab - MuadzDotCom - Sahabat Belajar Islam

Doa merupakan senjata bagi kaum muslimin, seorang muslim senantiasa menghiasi dirinya dengan berdoa kepada Allah Ta'ala. Seluruh doa yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menggunakan bahasa Arab. Karena bahasa Arab merupakan bahasa al-Quran dan Hadits, hal ini tentu saja akan mudah bagi mereka yang bisa bahasa Arab. Dan salah satu waktu diikabulkannya doa adalah ketika shalat. Nah, bagaimana jika seseorang tidak bisa berbahasa Arab? Bolehkah baginya untuk berdoa di dalam shalatnya menggunakan bahasa selain bahasa Arab? Simak fatwa Syaikh Muhammad Ali Farkus hafidhzahullah tentang "Hukum Berdoa di Dalam Shalat Menggunakan bahasa selain Bahasa Arab", di dalam artikel berikut ini. Semoga bermanfaat.

Read More »

Hukum Wanita Memandang Kepada Laki-laki dan Sebaliknya

Hukum Wanita Melihat Kepada Laki-laki dan Sebaliknya - MuadzDotCom - Sahabat Belajar Islam

Seorang penanya pernah bertanya kepada Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah dengan pertanyaan sebagai berikut: Apa hukumnya seorang wanita melihat kepada laki-laki, dan laki-laki melihat kepada wanita? (Dan bagaimana) dengan apa yang telah disebutkan di dalam Tafsir Ibnu Katsir bahwasanya beliau membolehkan hal tersebut jika tanpa didasari syahwat. Bahkan dalam hadits yang shahih, disebutkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menyaksikan orang-orang Habasyah sedang bermain tombak di masjid saat hari raya, dan saat itu Ummul Mu’minin ‘Aisyah radhiyallahu ‘anhu turut menyaksikannya dari belakang Nabi. Dan saat itu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menutupinya dengan penutup (agar orang-orang Habasyah tidak melihatnya), sampai-sampai ‘Aisyah akhirnya pulang (karena sudah bosan). Namun (di sisi lain) saya juga pernah mendengar bahwasanya hal ini diharamkan, maka dari itu tunjukkanlah kami kepada pendapat yang shahih. Semoga Allah membalas Anda dengan kebaikan. Bagaimana jawaban beliau mengenai hal ini? Silahkan kunjungi link berikut ini. Semoga bermanfaat.

Read More »